Pendidikan

12 Tahun Melangkah, Vokasi UB Makin Mantap

AMEG – Tidak terasa umur Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya Malang sudah 12 tahun. Dies natalis kali ini merangkai beberapa acara. Seperti seminar alumni, Bravo Internasional Conference, tasyakuran, seminar nasional BUMN dan seminar nasional Kemenparekraf.

Tasyakuran digelar Jum’at (25/6/2021) di gedung Vokasi UB Jl Veteran no.12 -14 Kota Malang. Ini kali pertama dilakukan dan berlangsung cukup meriah. Dihadiri Rektor UB Prof Dr Nuhfil Hanani AR MS beserta Jajaran Rektorat, pimpinan Pendidikan Vokasi UB dan seluruh civitas vokasi, para alumni dan perwakilan BNI, Bank Mandiri dan BRI.

Ketua pelaksana, Anisya Sukmawati SE MSA Ak CA CPA CRA CRP mengatakan. Tidak terasa umur Vokasi UB mencapai 12 tahun. Suka duka telah dilalui bersama. Meraih prestasi baik regional, nasional hingga internasional.

Baca Juga

Tasyakuran yang merupakan rangkaian dies natalis ini, wujud rasa syukur seluruh civitas akademika Vokasi UB. Karena telah memberi kontribusi bagi pendidikan vokasi di Indonesia. Sinergitas antara pimpinan, tenaga dosen, tenaga kependidikan dan seluruh akademisi vokasi serta mahasiswa, sangat diperlukan. Agar prestasi makin meningkat.

Pada kesempatan ini, Prof Nuhfil Hanani menyampaikan rasa bangganya. Apresiasi diberikan terkait beragam prestasi dosen dan mahasiswa yang tembus internasional. “Saya berharap, Pendidikan Vokasi UB terus berkembang. Menjadi ujung tombak pendidikan vokasi di Indonesia,” serunya. 

Prof Dr Unti Ludigdo SE M.Si Ak foto bersama jajaran

Dies natalis ke-12 ini mengangkat tema: Creativity for Fun. Maskotnya laba-laba. Direktur Pendidikan Vokasi UB, Prof Dr Unti Ludigdo M.Si Ak menyampaikan. Tema ini bermakna, Pendidikan Vokasi UB harus menjadi tempat tumbuh suburnya berbagai kreativitas dan inovasi nyata bagi masyarakat. Dilandasi semangat kecintaan pada berbagai profesi.

Maskot laba-laba bermakna, pendidikan vokasi harus mampu membangun rumahnya. Sebagai jejaring sistematis dan kuat. Bersinergi kuat dengan seluruh mitra Dunia Usaha dan Industri (DUDI). Bermanfaat bagi masyarakat. “Saya berharap, Pendidikan Vokasi UB kedepan jauh lagi dalam berprestasi. Terus menggali potensi dosen dan mahasiswa,” tegasnya.

“Semoga kedepannya, bidang akademik lebih baik lagi. Lebih tertata lagi. Pelaporan PDDIKTI menjadi 100 %. Sehingga dana hibah menjadi terpenuhi oleh UB. Seperti harapan Prof Unti, programnya lebih banyak yang meminatinya. Karena banyak prakteknya. Sehingga saat lulus, siap untuk kerja dengan sertifikat kompetensinya,” urai Wadir I, Dr Ulfa Andayani, S.Si M.Si.

Wadir II, M Kholid Mawardi S.Sos MAB Ph.D mengatakan. Dies natalis ini dijadikan momen meningkatkan spirit bekerja dan kinerja semua komponen. Karena Pendidikan Vokasi UB, menjadi isu sentral pengembangan SDM di Indonesia. “Semoga Vokasi UB menjadi lembaga yang besar. Bisa berkontribusi bagi UB dan masyarakat,” ujar Kholid.

Wadir III, Dr rer pol Romy Hermawan S.Sos MAP berharap momen ini menjadi titik tolak perubahan besar di Pendidikan Vokasi UB. Apalagi jika statusnya menjadi perguruan tinggi berbadan hukum. Pendidikan vokasi akan jadi fakultas. “Sehingga dengan momentum ini, semoga kedepannya menjadi salah satu fakultas vokasi unggulan di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, diawali dengan seminar dan pembentukan alumni. Untuk memberikan apresiasi, membuat jejaring dan hubungan yang baik. Acara berikutnya adalah Bravo Internasional Conference. Terdiri dari enam invited speaker internasional. Dilanjutkan seminar nasional Kemenparekraf. Menghadirkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr H Sandiaga Salahuddin Uno BBA MBA dan seminar nasional BUMN menghadirkan Menteri BUMN, Erick Thohir BA MBA. (*)


Editor : Yanuar Triwahyudi
Publisher : Rizal Prayoga
Sumber : -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button