Kota Batu

24 SMP di Kota Batu Sekolah Tatap Muka

AMEG – Setelah empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), disusul enam sekolah, Senin (13/9/21) hari ini 14 SMP di Kota Batu serentak menggelar PTM.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Hariadi, menyatakan, dari 24 SMP sederajat yang mendapat rekomendasi Satgas Covid-19, kini semua sekolah sudah melakukan PTM.

“Hari ini ada 14 SMP sederajat yang menyusul, yakni SMPN 2, 3, 4, 5, 6, lalu SMP Satu Atap (Satap) PGRI 01, Satap Raden Fatah dan Satap Diponegoro,” beber Hariadi.

Selanjutnya SMP K Widyatama, SMP Ma’arif, SMP Solaiman, SMP Arjuno, SMP Darush Sholihin dan SMP Abu Ghonaim. Sebelumnya pada Selasa (7/9) ada empat Sekolah dan Rabu (8/9) dua Sekolah menggelar PTM.

“Dari 24 Sekolah yang mendapat rekomendasi, saat ini sudah PTM semua. Kami terus memantau penerapan protokol kesehatan,” jelasnya. Di Kota Batu ada 27 SMP negeri dan swasta dan lima MTS.

Disinggung soal PTM untuk Sekolah Dasar (SD), tergantung evaluasi tingkat SMP dan SMA, apakah berjalan baik, tidak menyebabkan klaster baru Covid-19.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD, Khamim Thohari, mengingatkan Pemkot Batu terkait pengawasan PTM. Bila ditemukan kasus persebaran Covid-19, harus dihentikan sementara.

“Bila ada peserta didik positif Covid-19 saat PTM, jangan dilanjutkan dulu. Kalau ditemukan kasus harus dihentikan dulu,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pihak sekolah sebelum pelaksanaan PTM di SD dan SMP. Salah satunya menerapkan peraturan Dinas Pendidikan terkait Satgas Covid-19 mandiri di tiap sekolah.

“Satgas itu bisa bekerja maksimal saat PTM. Yang paling penting taati protokol kesehatan (Prokes),” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, juga menyatakan hal sama, bahwa jika dalam perjalanan PTM ditemukan kasus Covid-19, harus langsung dihentikan.

“Kami tak ingin mengambil risiko. Keselamatan peserta didik dan guru jelas utama,” kata dia.

Jika ada sekolah melanggar prokes akan diberi sanksi teguran keras hingga ditutup kembali. Di sisi lain, pelajar yang ingin PTM tidak harus menerima vaksin. Tapi untuk guru wajib. Diketahui, hingga kini seluruh guru di Kota Batu sudah vaksinasi, kecuali komorbid.

“Jika PTM di tingkat SMP/MTs ini berhasil, kami lanjutkan jenjang SD,” pungkasnya.


Editor : Ahmad Rizal
Publisher : Rizal Prayugo
Sumber : -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

City Guide 911 FM