Kesehatan

Agar Tidak Sembelit Parah, Hindari Empat Makanan Ini

AMEG -Sembelit, masalah umum bagi orang. Ketika merasa sulit buang air besar. Anda juga bisa mengalami sembelit. Jika buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. 

Bahkan seseorang yang buang air besar kurang dari satu kali per minggu, mereka dianggap mengalami sembelit parah. 

Gejala kembung, gas atau nyeri saat buang air besar bisa menyertai sembelit. Sama seperti, ada banyak makanan yang bisa Anda makan, untuk membantu mencegah atau meringankan sembelit. 

Baca Juga

Ada juga makanan yang bisa memperburuk sembelit. Berikut ini beberapa penjelasannya.
1. CokelatMerupakan makanan yang bisa Anda temukan dalam beragam olahan, mulai dari cokelat batangan, permen hingga cake

Paduan rasa manis dan pahit dari cokelat ini memang disukai banyak orang. Sayangnya, cokelat menjadi salah satu makanan penyebab sembelit pada beberapa orang. 

2. Produk susu Selain cokelat, produk susu sangat sering jadi makanan penyebab sembelit. Kemungkinan besar, orang yang mengalami sembelit karena produk susu memiliki intoleransi terhadap laktosa. 
Ya, susu sapi, kambing atau domba mengandung laktosa, gula alami pada air susu hewan tersebut. 

3. Daging merah Jangan aneh jika Anda mengalami sembelit setelah makan daging merah. Makanan ini bisa menjadi penyebab sembelit karena mengandung lemak yang tinggi. 
Selain lemak yang sulit dicerna, alasan kenapa daging merah menjadi makanan penyebab susah BAB, adalah kandungan zat besi yang tinggi dan serat protein yang keras. Semua efek ini bisa mengakibatkan feses keras dan sembelit.  

4. Makanan mengandung glutenGluten adalah protein pada gandum, gandum hitam (rye), jelai (barley) dan serealia. Anda bisa dengan mudah menemukan gluten di banyak makanan, seperti roti, sereal dan pasta. 
Meski makanan ini terlihat aman-aman saja, beberapa orang bisa mengalami sembelit setelah mengonsumsinya. Makanan ini jadi penyebab sembelit utama pada orang dengan penyakit celiac, intoleransi gluten dan sindrom iritasi usus besar.(*)


Editor : Yanuar Triwahyudi
Publisher : Rizal Prayudo
Sumber : JPNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button