Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /var/www/html/ameg.id_wp/wp-content/themes/jannah/jannah.template#template on line 43
Disway

Alvin Kuya

KALAU saja Alvin Lim mau dipertemukan dengan Juristo SH di Uya Kuya, pasti seru sekali. Baru Juristo-lah orang yang berani mengungkap sisi gelap Alvin secara telak.

Saya menelepon Uya Kuya untuk minta nomor kontak Juristo. Totok, panggilan Juristo, baru saja tampil di podcast Uya Kuya. Totok membawa banyak dokumen penipuan asuransi yang dilakukan Alvin dan istrinya.

Skema penipuannya sangat dramatis. Terutama bagaimana bisa memanfaatkan kelemahan sistem administrasi kependudukan Indonesia.

Baca Juga

“Saya mau dikonfrontasi dengan Alvin. Kapan saja. Di mana saja. Termasuk di Uya Kuya,” ujar Totok yang juga biasa dipanggil Risto.

Menurut Juristo, setelah ia tampil bersama Uya Kuya, pihak Alvin menghubungi Uya Kuya. “Ia minta agar diberi kesempatan yang sama tampil di podcast Uya Kuya,” ujar Juristo.

Maukah Uya Kuya memenuhi permintaan Alvin? “Mau, tapi akan lebih baik kalau sekalian bersama Pak Totok,” ujar Uya Kuya. “Pak Totok sudah mau. Tinggal menunggu jawaban dari pihak Alvin,” ujar Uya Kuya.

Memang yang diungkapkan Juristo luar biasa. Apalagi kalau benar adanya. Alvin, katanya, membuat seseorang mengurus KTP baru dengan nama Budi Sulaiman. Waktu itu sistem administrasi KTP belum sebaik sekarang.

Berbekal KTP tersebut Budi Sulaiman diuruskan paspor. Lalu diajak pergi ke Singapura. Di Singapura Budi tinggal di rumah/apartemen Alvin Lim.

Dengan alamat itu, Budi diajak mendaftar ke perusahaan asuransi. Budi mengasuransikan jiwanya senilai hampir SGD 1 juta (dolar Singapura). Dengan pertanggungan di bawah 1 juta, pengurusan klaimnya lebih mudah.

Budi juga mendaftar ke perusahaan asuransi lain. Dengan nilai yang sama. Lalu mendaftar lagi ke asuransi yang lain lagi. Budi masuk sekaligus lima asuransi.

Beberapa bulan kemudian Budi disebut meninggal dunia. Akibat serangan jantung.

Ahli waris Budi pun melaporkan kematian itu ke perusahaan asuransi di Singapura. Anda sudah tahu: untuk mencairkan asuransinya. Laporan kematian itu juga sekalian untuk lima perusahaan asuransi.

Dalam laporan itu, sesuai dengan kontrak asuransi (5 April 2019) ahli waris Budi Sulaiman bernama Phioruchi Pangkaraya. Tidak dijelaskan status hubungan Budi dengan Phioruchi. Anda sudah tahu: Pioruchi baru jadi istri Alvin Lim sejak Februari 2022.

Kelihatannya perusahaan asuransi di Singapura tidak percaya begitu saja. Pihak asuransi minta bukti pemakaman, dan alamat kuburannya.

Dari dokumen yang ditunjukkan Juristo ke saya terlihat Phioruchi menjawab pertanyaan tersebut lewat satu surat. Tertanggal 27 November 2019. Phioruchi sendiri yang menandatangani surat itu.

Dijelaskan bahwa Budi Sulaiman meninggal akibat serangan jantung. Jenazahnya dikremasi. Karena itu tidak ada bukti soal pemakaman dan alamat kuburannya.

Menurut Juristo, istri Alvin Lim tersebut menerima asuransi sebesar Rp 40 miliar –dari lima perusahaan asuransi.

Apakah Budi Ismail tersebut orangnya ada? Dan benar-benar meninggal?

Dalam penjelasannya, Juristo mengesankan yang namanya Budi tersebut orangnya ada. Pernah membuat paspor. Pernah ke Singapura. Administrasi KTP-nya ada. Tapi Budi tersebut bisa saja punya KTP lain bernama bukan Budi. Dan yang meninggal dunia tersebut bisa saja benar-benar orang yang bernama Budi. Atau bisa saja hanya meninggal di sertifikat kremasi. Yang penting ada surat keterangan dari pihak kremasi bahwa ada orang bernama Budi Ismail sudah dikremasi.

Dari jawaban Phioruchi ke perusahaan asuransi disebutkan tertulis jelas: kremasi dilakukan oleh Yayasan Vihari Kusala Ratna Krematorium. Saya cek memang ada yayasan itu di Tangerang. Yakni di Jalan Iskandar Muda No 8. Tidak jauh dari mal Alam Sutra. Atau sekitar 35 menit dari rumah Alvin di Karawaci.

Surat jawaban Phioruchi itu tertanggal 27 November 2019. Berarti saat itu belum menjadi istri Alvin. Mereka baru menikah tanggal 22 Februari 2022.

Dari surat itu memang terlihat bahwa Budi Ismail sudah membuat surat wasiat bahwa kalau ia meninggal dunia yang menerima klaim asuransinya adalah Phioruchi. Wasiat itu disaksikan oleh dua orang bernama Leonard Tan dan Ahmad Zamih.

“Saya tahu Leonard Tan itu orangnya ada. Orang Singapura,” ujar Juristo. Ia juga seorang agen asuransi. Juristo tidak kenal siapa Zamih, tapi kemungkinan juga orang Singapura.

Setelah Juristo menceritakan semua itu di Uya Kuya, Alvin bereaksi. Minta agar Uya Kuya cover both side: berimbang. Alvin minta agar videonya juga ditayangkan. Ia mengirim video karena tidak mungkin tampil di Uya Kuya. Ia lagi menjalani masa tahanan di penjara Salemba, Jakarta.

Uya Kuya masih menunggu jawaban Alvin Lim: maukah tampil bersama Juristo. Tapi, kalau toh mau, secara teknis akan sulit. Alvin kan lagi dalam tahanan.

Apakah Juristo siap dipersoalkan Alvin yang garang itu?

“Saya siap sekali,” katanya kepada Disway. “Sampai nyawa pun saya siap,” ujarnya.

Juristo lahir di Jakarta. Sampai SMA di Jakarta. Ia terlahir dari suku Tiuchu, tapi sudah seperti orang Hokkian atau Hakka. Ia lebih bisa berbahasa Hokkian dan Hakka daripada bahasa Tiuchu.

“Saya ini teman baik Alvin,” ujar Juristo.

“Seberapa baik?” tanya saya.

“Klien pertama Alvin sebagai pengacara itu saya yang memberikannya,” ujar Juristo pada Disway.

Juristo pernah merantau ke Batam. Menjadi kontraktor jalan raya di sana. Ia menjadi sub dari kontraktor Singapura atau Australia. Lalu keadaan sulit. Ia merantau lagi ke Pekanbaru, Riau. Lalu balik ke Jakarta. Menjadi agen asuransi. Di dunia asuransi itulah keduanya berteman. “Saya juga pernah memainkan kelemahan aturan di perusahaan asuransi tapi tidak berbuat jahat seperti itu,” ujar Juristo. Ia pernah punya KTP yang berbeda-beda untuk bisa menjadi agen asuransi dari perusahaan yang berbeda.

“Masalah-masalah pribadi Alvin pun pernah diceritakan pada saya,” ujar Juristo. “Saya antar-antar ia kemana-mana. Termasuk ke tukang pijat di Haji Naim sampai jam 12 malam,” katanya.

Juristo pun akhirnya kuliah hukum. Ia kuliah di universitas yang sama dengan Alvin Lim. Yakni di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Gunung Jati Tangerang. “Alvin juga yang menyarankan saya kuliah di situ,” kata Juristo.

Juristo punya kantor pengacara sendiri. Namanya Presisi One.

Agustus lalu Juristo mengingatkan Alvin dengan cara mengirim video. Agar Alvin tidak lagi berlebihan. Misalnya Alvin pernah minta tolong ke pejabat tinggi di kejaksaan agung. Soal perkara. Ternyata Alvin merekam pembicaraan di situ. Lalu diunggah ke medsos. Juristo tidak bisa menerima tindakan Alvin seperti itu.

Foto: tangkapan layar podcast uya kuya

Video kiriman Juristo itu dijawab oleh Alvin lewat video juga. Alvin menganggap semua yang dikatakan Juristo itu hoax.

“Saya sudah berkali-kali ingatkan Alvin. Juga lingkungannya. Tapi tidak juga berubah,” ujarnya.

Juristo aktif di gereja Bethel di Jakarta. Ia ingin Alvin mengakui masa lalu yang hitam itu. “Ia justru lebih hebat kalau mau mengakui semua itu,” katanya. Juristo juga mengakui yang dibeberkan Alvin selama ini tidak salah. Hanya saja ia tidak mau kalau institusinya yang disalahkan.

Saya pun segera menghubungi Phioruchi. Biasanya cepat direspons. Saya ingin tahu apa kata Phio soal Juristo. Kemarin sore Phioruchi merespons dengan mengirim siaran pers yang dibuat LQ Law Firm milik Alvin. Isinya: membantah semua yang diceritakan Juristo. Tapi tidak ada penjelasan spesifik soal kasus asuransi Budi Ismail itu.

Siaran pers itu justru mengungkapkan perselisihan dua orang tersebut. Terutama soal klien bernama Maria Yenny. Disebutkan, Maria Yenny itu awalnya klien Alvin. Soal investasi bodong. Belakangan Maria Yenny mencabut surat kuasanyi kepada Alvin. Padahal, kata penjelasan itu, penanganannya hampir selesai. Yenny lantas pindah ke pengacara Juristo tanpa membayar fee kepada Alvin. Menurut penjelasan itu, Yenny akhirnya berdamai dengan perusahaan investasi milik keluarga OSO. Dibayar Rp 25 miliar dalam bentuk kontan dan aset. Alvin menganggap Juristo melanggar kode etik pengacara.

Menurut penjelasan yang disampaikan Phioruchi itu Juristo bukan teman Alvin. Justru berbeda kubu.

Kenapa Juristo ke Uya Kuya yang dikenal bisa menghipnotis orang untuk diwawancarai?

“Sebenarnya saya ke podcast yang lain dulu. Tapi tidak direspons”, ujarnya. Ia pun memuji Uya Kuya yang langsung mengajaknya podcast.

Kelihatannya soal ini masih akan panjang. Jangan-jangan Uya Kuya juga yang bisa mendatangkan arwah Budi Ismail nanti untuk ditanya apakah ia benar-benar dikremasi. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 27 November 2022: Gempa Jerman

mzarifin umarzain

Pujian bagi Tuhan yg telah jadikan cucu saya: Gilang Atqo jadi Top Skor

Agus Suryono

JUDUL GEMPA JERMAN, KAYAKNYA KURANG SIIP.. Karena.. 1). Di artikel memang ada kata “Gempa’. Hanya 1 kata. Itupun tempatnya di judul itu. Sedangkan di “badan artikel” tidak ada satupun menyebut kata Gempa. 2). Kalau di komen para perusuh, ada tertulis 4 kata Gempa. Rinciannya, 3 kata di komen pak Leong Putu. Dan 1 kata, di komen pak Lukman bin Saleh. Jadi, pemberian judul “Gempa Jerman”, tidak ada dasarnya. Kalau Abah asyik nulis artikelnya, tapi pusing menulis judul, seharusnya tulis saja judulnya: Jerman Jerman.

Leong putu

Selamat pagi Mas LbS. Saya bukan mau membela Pak Pry, sepanjang yang saya tau dari baca komen Disway ini belio gak pernah murka. Saya juga gak bermaksud gibah, yang saya tau Pak Pry seringnya misuh. Pisuhan legendanya adalah dapurmu dan yang terakhir cuk atau jancuk. Mungkin karena beliau jarang makan buah, jadi kotor mulutnya. #Pisss Pak Pry… Sehat selalu cuk, aku kangen karo komenmu cuk.

Agus Suryono

JUDUL GEMPA JERMAN, KAYAKNYA KURANG SIIP.. Karena.. 1). Di artikel memang ada kata “Gempa’. Hanya 1 kata. Itupun tempatnya di judul itu. Sedangkan di “badan artikel” tidak ada satupun menyebut kata Gempa. 2). Kalau di komen para perusuh, ada tertulis 4 kata Gempa. Rinciannya, 3 kata di komen pak Leong Putu. Dan 1 kata, di komen pak Lukman bin Saleh. Jadi, pemberian judul “Gempa Jerman”, tidak ada dasarnya. Kalau Abah asyik nulis artikelnya, tapi pusing menulis judul, seharusnya tulis saja judulnya: Jerman Jerman.

Leong putu

Pak Pry sudah menyatakan dia tidak takut apapun. Sampai mati pun dia tidak takut. Wkwkwk… Tapi ada cerita lucu. Saya punya teman, jagoan. Preman parkir. Tidak takut apapun, katanya. Gak takut berkelahi. Di badanya banyak luka, itu menandakan luka perkelahian, katanya juga. Tapi suatu kali saat makan bersama di warung pinggir jalan. Laaah kok pas ada cicak jatuh di lehernya. Wkwkwkwk…hebohnya bukan main, teriakannya histeris. Ternyata… Oh ternyata, dia takut cicak. Wkwkwk… Kalau Pak Pry mungkin “geli” kalau lihat kecoa (bukan takut).

hoki wjy

Ada yg bilang China lah pemenang di piala dunia Qatar karena dari memperbesar Bandara sampai membangun stadion baru dan menyediakan pembangkit listrik raksasa tenaga surya sampai membangun stadion baru dan termasuk stadion 974 kointainer dan juga pembuatan tandon raksasa untuk menampung air bahkan sampai pembuatan souvenir semua nya adalah Made China. China memang hanya pernah sekali lolos ke piala Dunia di tahun 2002 tapi piala dunia yg akan datang hampir bisa dipastikan China punya peluang yg sangat besar untuk lolos ke piala dunia 2026 termasuk dg Indonesia karena FIFA akan akan menambah jumlah peserta yg semula 32 menjadi 48 dan Jatah Asia yg biasanya hanya 4 kini bertambah menjadi 8 negara.Tentu China dan Indonesia tdk akan mau membuang kesempatan emas ini.

Leong putu

Lawannya lawan adalah teman lawan itu hukum konflik. Kalau hukum di rumah (saya) berlaku : uangmu adalah uangku dan uangku adalah uangku. Yang menetapkan istri (saya)… Hiks hiks

Er Gham

Sepertinya Perancis yang akan menjadi juara Piala Dunia 2022. Lihat pelatihnya. Dia BERAMBUT PUTIH. Terus berpikir strategi setiap pertandingan.

Johan

Negara-negara pesisir di semenanjung Arab begitu kaya raya. Sebut saja; Arab Saudi, UEA, Bahrain, Qatar, Oman, Kuwait. Selain terbantu karena SDA migas yang kaya, tentu diiringi kecerdasan dan kemampuan mengelola SDAnya. Hasilnya rakyatnya sangat makmur. Ibaratnya rebahan dirumah saja tidak bakal jadi orang miskin. Luar biasa bikin iri kita-kita disini, yang konon juga kaya akan SDA. Ironisnya, diantara negara-negara kaya di pesisir semenanjung Arab. Terdapat satu negara yaitu Yaman, yang menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Sangat kontras dengan kondisi para tetangganya. Padahal secara kekayaan SDA migas, Yaman juga tidak kalah melimpahnya. Mengapa bisa seperti itu? Saya curiganya mereka kekurangan SDM yang berkualitas. Karena bibit-bibit unggul mereka dulu banyak yang merantau ke Indonesia. Sebut saja orang-orang hebat Indonesia yang keturunan Yaman. Banyak sekali. Salah satunya bahkan sudah siap menjadi presiden RI tahun 2024 nanti.

Mirza Mirwan

Huahahaha… Pakcik Chei mengingatkan lagu superjadul yang semasa saya balita piringan hitamnya sering diputar ibu saya. “Rupa kamu yang cantik, mata kamu yang bulat / Membikin pemuda jadilah gumbira / Senyumanmu yang manis, mata kamu yang bulat / Oh nonaku Azizah, oh nonaku Azizah……..” Usia lagu itu seusia Pak Di, 71 tahun. Saya ingat benar piringan hitamnya bertahun 1951. Yang saya pikir, Pakcik, 360-an calon yang gagal meraih kursi di Malaysia ada yang menderita gangguan jiwa, nggak? Kan deposit RM 10.000 hilang. Belum lagi dana yang dihabiskan untuk kampanye yang jumlahnya pasti bisa belasan kali lipat. Bagi Dr. M, Mukhriz, Ku Li, RM 10.000 hanya gak sampai seupil. Tapi bagi calon-calon yang muda, jumlah itu sangat besar tentu saja. Selamat siang, Pakcik. Sihat sentiasa!

Johan

Bos saya rambutnya hitam mengkilat, wajah kinclong, badannya fit dan kekar pula. Padahal sudah umur dekat kepala enam. Saya yang lebih muda ini jadi malu kalau dibandingkan dengan bos saya. Rambut sudah putih separuh, wajah kurang terawat mulai keriput, sering sakit-sakitan sejak pandemi covid19. Untung ada Pak Jokowi yang memberikan hiburan untuk orang dengan kondisi seperti saya. Mudah-mudahan Pak Jokowi jadi presiden seumur hidup. Wkwkwk

Cah Kene ae

Panas setaon disetip ujan sehari. Udan wayah isuk, udane bakul gethuk Udan wayah awan, udane bakul bakwan Udan wayah sore, udane bakul sate Udan wayah bengi, udane bakul bakmi

yea aina

Qatar dan juga Iran, pemilik “danau gas” terbesar kedua di dunia, belum pantas riya’. Diperkirakan cadangan gas alam tersebut mencapai 32 tcm. Ojo dibandingke, dengan Rusia pemilik cadangan terbesar dunia, diperkirakan punya cadangan 38 tcm. Mungkin cadangan gas alam Iran dan juga Qatar ini sedikit lebih unggul jika dibandingkan milik AS: 25,4 triliun kaki kubik gas serpih. Dengan teknologi Frackingnya mampu menghasilkan 948 milliar meter kubik per tahun di 2020.

Kang Sabarikhlas

“Koyo Disway Istimewa” lagunya Oldboy Genk. Mangan tempe rasane, koyo mangan lawuh sate/ Senajan sak anane, sing penting karo moco Diswe/ Ngombe wedang susu rasane, koyo ngombe jamu/ Raiku mecucu mergane, ra isa tuku paket dataku/…. duh,..ambyar pecah seribu, semalam argentina kok ndak ‘gempa susulan’…

Warung Faiz

PDB Qatar itu sekitar 300 milyar dollar… Dgn hanya penduduk sekitar 2,5 jt orang,wajar pendapatan perkapitanya 120rb usd… Kalo Indonesia pengen pendapatan perkapitanya menyamai Qatar sebenarnya tak terlalu sulit… PDB Indonesia sekitar 1,1trilun usd.. Sekitar 3 kali lipat dr Qatar… Cetak saja KTP nya dibatasi tak lebih dr 9 juta lembar..

*) Dari komentar pembaca http://disway.id


Editor : Irawan
Publisher : Ameg.id
Sumber : Ameg.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button