Pendidikan

Buku Karya Warga Binaan Lapas Perempuan Dilaunching di UMM

AMEG – Ada yang menarik di acara halal bi halal keluarga besar Universitas Muhamadiah Malang kali ini. UMM juga mengundang warga binaan Lapas IIA Perempuan Sukun Malang.

Dalam acara ini, perwakilan warga binaan juga melaunching buku cerpen. Diterbitkan dalam bentuk antologi cerpen berjudul: Titik Nadir Penantian.

Buku itu, hasil dari gabungan 200 penulis warga binaan. Kasubsi Bimaswat Lapas Perempuan, Hamlana, mengatakan.

Baca Juga

Buku ini ditulis dari keluh kesah para warga binaan. Kemudian dituliskan dalam bentuk cerita pendek.

“Kita bekerjasama dengan UMM. Awalnya kita lakukan sayembara. Semua warga binaan menulis dan yang menyeleksi pihak UMM,” tuturnya.

Tercatat ada sekitar 200 warga binaan yang menulis dan mengirimkan naskah. Dari 200 naskah, pihak Lapas menyeleksi menjadi 100 tulisan dan diserahkan kepada UMM untuk diseleksi lagi, agar layak cetak. 

“Oleh UMM diseleksi lagi menjadi 32 tulisan,” imbuhnya.

Para warga binaan ini menulis tanpa media elektronik alias menggunakan tulis tangan di atas media kertas. Menurut Hamlana, karya ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Lapas Perempuan Malang. 

“Badan (fisik) boleh di jeruji, tapi kreativitas tidak,” jelasnya.

Salah satu penulis buku yang merupakan warga binaan, Daris, mengungkapkan. Dia menulis dua cerita pendek. Semua tulisan mengisahkan tentang kehidupan di Lapas.

Ia hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hari merampungkan. Meskipun dirinya disebut sangat jarang menulis, namun karyanya ini menjadi karya kebanggaannya.

“Ini karya pertama saya. Kami dibina dan didorong untuk berkarya. Kemerdekaan fisik kami saja yang terbatas, tapi kemampuan kami untuk berekspresi tetap dibuka luas,” bebernya.

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang ini mengaku tidak akan berhenti berkarya. Ke depan, ia akan meningkatkan kembali keterampilan menulisnya.

Sementara itu Menko PMK RI Muhadjir Effendy. Ia memberi apresiasi atas karya buku tersebut. 

“Ide yang cemerlang. Mbak-mbak yang ada di Lapas saja bisa loh. Saya mengapresiasi karya ini luar biasa. Kalau bisa UMM terus terlibat dan menjadi model yang bagus,” ungkapnya. (*)


Editor : Yanuar Triwahyudi
Publisher : Rizal Prayoga
Sumber : -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button