Sepakbola

Football is Coming to Rome, Italia Buktikan Keperkasaan

AMEG – Italia memastikan diri menjadi juara setelah memenangi adu penalti dengan Inggris di final EURO 2020 dengan skor 3-2 di Stadion Wembley, London, Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Penalti dilakukan setelah di waktu normal dan extra time berakhir imbang 1-1. Italia dari awal berusaha untuk mengambil insiaitif serangan. Karena itu, mereka bisa mendapatkan sepakan penjuru. 

Namun, upaya tekanan cepat mereka malah menjadi petaka karena Inggris memanfaatkan sepakan penjuru yang gagal dari Italia menjadi sebuah serangan balik cepat. Kieran Trippier yang mendapatkan bola, langsung mengirim umpan silang yang disambut oleh Luke Shaw dengan tembakan first time. 

Bola masuk ke gawang Italia yang dijaga Gianluigi Donnarumma. Belum genap laga jalan 2 menit, Italia sudah ketinggalan 0-1. Gol ini juga menjadi gol tercepat di final EURO sepanjang pelaksanaannya. Gol Luke Shaw tercipta saat laga baru berjalan satu menit 57 detik. Sebelumnya, gol tercepat di final EURO ialah dari kaki Chus Pereda (lima menit empat detik) dalam laga final EURO 1964 antara Spanyol melawan Uni Soviet yang berakhir 2-1 kala itu.

Italia kemudian berusaha terus menekan Inggris untuk menyamakan kedudukan. Sebuah kans dari tendangan bebas menit ke-8 didapatkan Lorenzo Insigne. Sepakannya tak menemui sasaran. Inggris yang disipin menggalang pertahanan, membuat pemain Gli Azzuri kesulitan. Terus-menerus kerja keras dilakukan pemain Italia, tetapi bisa dipatahkan Harry Maguire dan kawan-kawan di lini belakang Inggris. 

Federico Chiesa mendapatkan peluang bagus saat laga masuk menit ke-37. Namun, penetrasi yang dilakukan kemudian diakhiri dengan sepakan, masih melebar dari gawang Inggris yang dijaga Jordan Pickford. 

Menit ke-40, aksi Ciro Immobile nyaris menjadi gol, tetapi Pickford mampu memblok bola itu. Marco Verratti kemudian mendapatkan peluang menit ke-43. Namun, sepakannya lagi-lagi mudah dibaca. Sampai peluit tanda jeda laga dibunyikan, tak ada gol lagi yang tercipta. Italia tertinggal di babak pertama dengan skor 0-1 dari Inggris. 

Pada babak kedua, Italia tampak tampil lebih ngotot dan agresif. Defisit satu poin memaksa mereka untuk terus keluar menyerang. Peluang demi peluang diciptakan, sampai oleh Federico Chiesa dan Insigne. Sayang bola tak ada yang menemui sasaran.

Peluang terbaik datang menit ke-62 saat Chiesa mampu masuk menekan dan menendang bola kencang dan mendatar ke arah gawang. Beruntung, respons cepat dari Pickford membuat bola itu masih bisa ditepis. Terus menyerang, upaya Italia akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-69. 

Berawal dari sepakan pojok, bola mengarah ke Veratti dan langsung menyundulnya. Bola masih bisa diantisipasi oleh Mason Mount, tetapi bola kemudian bisa disepak sempurna oleh Bonucci. Gol, dan skor imbang 1-1. Skor itu bertahan sampai laga usai dan laga pun harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Di babak perpanjangan waktu, Italia yang awalnya mendominasi permainan bisa diambil alih oleh Inggris. Ada dua peluang bagus yang dihasilkan di babak tambahan ini, yakni aksi Harry Kane yang mencoba mengirimkan bola ke Maguire, tetapi masih bisa sedikit diganggu oleh Donnaruma, sehingga arah bola sedikti berbelok. 

Kemudian, aksi kedua ialah penentrasi dari Sterling yang tinggal berhadapan dengan kiper Donnaruma, masih bisa diintercept bola oleh Chiellini. Gagal upaya Sterling untuk menendang ke arah gawang. Sampai waktu tambahan 2 x 15 menit usai, skor tak berubah dan pertandingan harus diselesaikan lewat adu penalti. 

Italia yang mendapatkan kesempatan pertama menugaskan Domenico Berardi, dia berhasil mencetak gol 1-0. Kemudian, penendang dari Inggris dibebankan kepada Harry Kane, gol juga. Skor 1-1. Penendang kedua dari Timnas Italia ditunaikan oleh Andrea Belotti. Gagal, boal ditepis Pickford dengan baik.

Dari Inggris, Maguire mampu menceploskan bola dan mengubah kedudukan, 1-2 kini, Italia tertinggal. Penendang ketiga Italia diambil oleh Bonucci. Dengan tenang dia menendang bola ke pojok atas. Meskipun sudah bisa dibaca, tetapi sepakannya masuk. 2-2. 

Marcus Rashford yang menjadi algojo berikutnya, gagal, sepakannya kena tiang dan skor tetap bertahan 2-2. Federico Bernardeschi yang menjadi penendang keempat, berhasil menceploskan bola. Skor 3-2 untuk Italia. Penendang Inggris Jadon Sancho gagal mencetak gol dan skor pun tak berubah. Inggris tertinggal 3-2.  

Dari Italia, Jorginho juga gagal. Bukayo Saka yang diharapakan bisa menyamakan kedudukan, ternyata gagal. Sepakannya bisa dibaca oleh Gianluigi Donnaruma. Kegagalan itu membuat Italia memastikan diri menjadi juara. 

Football is not coming home, tetapi football is coming to rome. Italia memastikan diri mengoleksi dua gelar juara dengan raihan di edisi EURO 2020 ini, setelah 1968. (*)


Editor : Yanuar Triwahyudi
Publisher : Rizal Prayoga
Sumber : JPNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

City Guide 911 FM