Nasional

Inovasi UKMFlash, Puskesmas Pinggiran Raih Penghargaan MenPAN-RB

AMEG – Sebuah inovasi membanggakan bidang pelayanan kesehatan terlahir dari faskes pinggiran Kabupaten Malang. UKMFlash yang dikembangkan Puskesmas Ampelgading, meraih penghargaan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) RI.

Inovasi UKMFlash Puskesmas Ampelgading masuk 30 Top Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur 2021. Penghargaan diserahkan langsung Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo dan diterima Bupati Malang, HM Sanusi, saat acara Simposium Inovasi Pelayanan Publik di Kota Surabaya, Jumat (19/11/2021) lalu.

UKMFlash adalah inovasi program yang diterapkan pada Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), melingkupi pelayanan terintegrasi TBC, program KB, Kesehatan Ibu dan Anak, dan program Gizi Masyarakat, yang diterapkan di UPT Puskesmas Ampelgading.

Lead innovator UKMFlash, Dedik Kurniawan menjelaskan, inovasi layanan UKMFlash ini resmi digunakan sejak awal 2019. Saat awal-awal implementasi, didapati sejumlah kendala infrastruktur yang mempengaruhi pengoperasian sistem pelaporan terpadu berbasis digital ini.

“Jaringan line internet menjadi kendala di awal-awal pengoperasian UKMFlash. Teknis operasional dan pelaporan kerap terkendala karena akses jaringan yang kurang memadai,” ungkap Dedik Kurniawan, melalui pesan suaranya, Sabtu (20/11/2021) petang.

Beruntung, pihaknya lalu bekerja sama dengan pihak pemerintah desa dan kecamatan untuk mengatasi persoalan ini. Melalui jaringan wifi yang tersedia di kantor-kantor desa, maka pelaporan oleh para kader kesehatan bisa lebih real time dan menjadi mudah penanganannya.

“Kami gunakan pendekatan pemecahan masalah untuk membekali kader-kader kesehatan terkait digitalisasi dalam sistem UKMFlash ini. Selanjutnya, efektifitas dan back access dari program aplikasi ini bisa didapatkan,” beber Dedik.

Dikatakan, pada 2020 lalu, inovasi layanan kesehatan dengan UKMFlash sudah dikembangkan berbasis android dan diterapkanl dalam bentuk e-posyandu.

Juga, dilakukan pengembangan rumah website yang cakupannya lebih detil terkait usaha kesehatan masyarakat dan penanganannya. Pengembangan lainnya, adalah membuat portal data (pelaporan) yang bisa langsung terintegrasi dengan server.

Keberhasilan dan penghargaan inovasi pelayanan publik yang didapatkan ini tidak lantas membuat puas. Menurut Dedik, hingga 2023 mendatang, sudah direncanakan skema pengembangan lebih lanjut dari program UKMFlash.

“Tahun depan, akan kami lakukan penguatan kapasitas kader kesehatan melalui learning management system agar pemanfaatan UKMFlash bisa lebih maksimal. Selanjutnya, integrasi layanan dari pengguna langsung dengan pusat call center operator,” pungkasnya. (*)


Editor : Irawan
Publisher : Ameg.id
Sumber : Ameg.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

City Guide 911 FM