Malang Raya

Keamanan Data Sitna Dijamin

AMEG – Pandemi Covid-19 memaksa pelayanan yang biasanya dilakukan langsung harus dilakukan secara online yang riskan bobolnya data. Seperti diketahui, masyarakat dihebohkan dugaan kebocoran 1,3 juta data pengguna electronic Health Aleret Card (eHAC).

Soal keamanan data, Best Profit Futures (BPF) Malang mengeklaim tak ada kebocoran data sejak 12 tahun lalu. Meski selama pandemi tingkat nasabah yang transaksi via online meningkat hampir 70 persen. Demikian diungkapkan Kepala BPF Malang, Andri SKom, pada konferensi pers di kampus IBU, Senin, (20/9/21).

“Kami berpengalaman sejak 2009 terkait pendaftaran online. Memang, saat pandemi, pendaftaran online meningkat. Selama 12 tahun kami melakukan transaksi, tidak pernah ada pembobolan data,” bebernya.

Menurutnya, saat pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel, transaksi online meningkat drastis. Saat normal transaksi online hanya 20 persen. “Mungkin dengan melakukan transaksi langsung, nasabah merasakan transaksi yang sebenarnya,” kata dia.

Menurutnya, agar keamanan data tetap terjaga, setiap satu bulan sekali, melalui tim IT BPF, terus mengontrol data masing-masing nasabah. Untuk menunjang keamanan data, pihaknya juga memiliki program bernama Sitna (Sistem Informasi Transaski Nasabah). “Program itu hanya bisa diakses masing-masing nasabah BPF. Orang lain tidak bisa,” tegasnya.

Dia juga menambahkan, nasabah baru BPF di masa pandemi ini mengalami peningkatan. Pada 2020 lalu jumlah nasabah baru BPF Malang ada 258. Sedangkan pada 2021 hingga Agustus kemarin, BPF Malang mencatat 485 nasabah baru.

“Presentase pertumbuhan nasabah pada 2021 mencapai 85 persen. Sedangkan presentase persebaran nasabah masih didominasi oleh kawasan Malang Raya. Angkanya mencapai 95 persen, sisanya dari luar ,” bebernya.

Tak hanya mengalami kenaikan jumlah nasabah, BPF Malang juga mencatat ada kenaikan transaksi signifikan dibanding 2020, mencapai 1,500,000 juta lot. Sedangkan pada 2021 volume transaksi mencapai 2,745,000 lot. Setiap lotnya bernilai Rp 10 Juta.

“Untuk tingkat investasi terbesar masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni emas, hingga 2021 mencapai 81 persen,” katanya. Selain investasi emas, BPF juga memiliki tujuh produk lain, di antaranya commodity & forex, indeks saham di Hongkong dan Jepang, serta lainnya.

BPF Malang menargetkan pertumbuhan nasabah baru pada 2021 mencapai 200 persen. Catatan pertumbuhan nasabah tertinggi terjadi tahun lalu, prosentasenya mencapai 125 persen. Untuk menggaet nasabah baru pihaknya menyiapkan 500 konsultan profesional.

Andri juga menjelaskan, anggaran minimal nasabah baru agar bisa mengikuti trading sesuai aturan, besarannya Rp 100 juta atau 10.000 USD. Dengan jumlah itu, nasabah mendapatkan 10 lot.

“Daftar ke BPF caranya mudah. Datang langsung ke kantor, bisa juga online dengan mengakses www.bestprofitfutures.co.id. Lalu masuk ke menu registrasi dan mengikuti langkah-langkah yang telah disiapkan. Prosesnya hanya 10 menit dengan memberikan dokumen KTP dan buku rekening,” tandasnya. (*)


Editor : A Rizal
Publisher : Rizal Prayoga
Sumber : Ameg.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

City Guide 911 FM