Entertainment

Keseksian Tidak Boleh Kasar

Sabrina Qiu

AMEG – Sejak membintangi film Colour of the Game pada 2017, Sabrina Qiu disebut-sebut sebagai muse terbaru Wong Jin. Sineas veteran Hongkong yang legendaris itu. Setelah film tersebut, dia makin sering muncul dalam film-film Wong. Antara lain, Flirting Scholar dan Chasing the Dragon II: Wild Wild Bunch. Yang dua-duanya tayang pada 2019.

Sebagaimana para aktris yang dibesarkan Wong, Qiu langsung menyandang citra femme fatale. Yakni perempuan yang cantik, smart, superseksi, dan (biasanya) jago berkelahi. Gadis Jing (begitulah julukan buat aktris-aktris yang ditangani Wong Jing) juga hampir selalu mendapatkan adegan sensual di film-filmnya. Qiu juga begitu.

’’Yang aku tahu, audiens paling mengingat aktingku di Chasing the Dragon II,’’ kata Qiu, dalam wawancara dalam South China Morning Post. ’’Mungkin karena adegannya memang memorable,’’ lanjut aktis 30 tahun itu.

Baca Juga

Film itu diambil dari kisah nyata. Tentang gangster legendaris Hongkong Cheung Tze Keung. Yang terkenal gara-gara menculik milyuner Walter Kwok dan Victor Li, putra konglomerat Hongkong Li Ka Shing. Qiu memerankan Rabbit, pacar gangster Lung Tze Kuen.

Nah, di situ ada adegan ketika Rabbit harus merayu seorang taipan Makau. Dia mandi dan berbaring terlungkup di atas meja. Menunjukkan badan yang setengah telanjang.

Sabrina Qiu

Qiu mengaku adegan sensual selalu menyulitkan. Bukan karena dia tak percaya diri. Tapi karena bagi dia, adegan itu tricky. Akting dia harus menarik perhatian pria. Tapi tidak boleh membuat penonton perempuan tersinggung dan jijik. ’’Maka, menurutku keseksian tidak boleh ditampilkan secara kasar. Tidak boleh pretensius,’’ tutur Qiu.

Dalam adegan seperti itu, para aktris sudah pasti harus mengekspos tubuh. Namun, tugas mereka adalah memperkaya karakter yang diperankan. Agar tokoh itu lebih dalam dan kompleks. Tidak sekadar menjadi pemuas visual buat audiens.

Qiu memberi contoh akting dia dalam Chasing the Dragon II. Pada scene pertama, Qiu harus mengendarai mobil. Dia bertanya pada sutradara, apakah dia boleh menyetir sambil mengunyah permen karet. Agar karakter Rabbit lebih girlie dan ceria.

’’Aku banyak menampilkan gestur yang cewek banget. Seperti permen karet atau makan lolipop. Itu caraku untuk membuat peran Rabbit lebih girlie dan adorable. Sehingga karakter itu jadi lebih kaya. Tidak hanya sekadar cewek seksi,’’ papar Qiu.

Dalam waktu dekat, Qiu akan kembali bermain dalam film Wong lagi. Yakni The Heaven Sword and the Dragon Sabre. Itu adalah adaptasi terbaru dari novel laga penulis legendaris Tiongkok, Louis Cha Leung Yun. Qiu memerankan Zhou Zhiruo, salah seorang tokoh utama perempuan. Apakah dia harus beradegan hot lagi? (*)


Editor : Sugeng Irawan
Publisher : Rizal Prayoga
Sumber : Harian Di's Way

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button