Regional

Penolak Penutupan Masjid di Situbondo Diperiksa Polisi

AMEG – Mohammad Khalil, seorang pengacara asal Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian. 

Ia diperiksa polisi, lantaran membuat video yang viral berisi penolakan dan seruan perlawanan terhadap penutupan masjid di masa PPKM Mikro Darurat. 

Khalil diperiksa setelah videonya viral. Dalam video tersebut, Khalil bersama kelompoknya   menyatakan menolak dan menentang, Surat Edaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) tertanggal 2 Juli 2021. 

Baca Juga

Khususnya, pada poin 4 yang menyatakan rencana penutupan masjid selama PPKM Darurat diberlakukan. Sehingga dalam videonya itu, Khalil menegaskan jika Sekda Situbondo tetap melakukan penutupan masjid, pihaknya menyatakan siap perang. 

Tak hanya itu, Khalil juga mengimbau umat Islam di Situbondo untuk tetap melaksanakan ibadah di masjid seperti biasa. Tanpa ada rasa takut.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agus Widodo mengatakan, pemeriksaan terhadap Khalil untuk mendalami tujuan dari pembuatan video tersebut. Ini mengingat yang disampaikan Khalil, berhubungan dengan instruksi pemerintah tentang penerapan PPKM Mikro Darurat mulai 3 sampai 20 Juli 2021.

“Dan kita sudah berhasil melakukan pemeriksaan. Kita juga sudah menuliskan alasan-alasan yang bersangkutan membuat video tersebut,” ujarnya.

Muhammad Khalil, saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengakui bahwa dirinya sudah diperiksa polisi. Bahkan juga sempat diperiksa (ditanya-tanya) pihak Intel Korem soal pernyataan dalam videonya tersebut.

“Iya benar, Kemarin Sabtu (3/7/2021) saya diperiksa polisi di Polres. Lalu pulangnya juga diperiksa Danramil, Camat dan Kapolsek. Tadi juga, Minggu (4/7/2021) diperiksa Intel Korem. Ya saya bilang bahwa saya memang menentang penutupan masjid,” tegasnya.

 “Dan akan saya sikat siapapun yang datang untuk menutup masjid. Saya sudah katakan di depan Polres, Danramil, Camat Mangaran, serta Kapolsek. Jangan macam-macam. Apalagi Sekda yang datang. Saya pakai pedang kemana-mana. Saya bilang begitu,” imbuhnya.

Masih kata Khalil, masjid merupakan tempat ibadah umat Islam. “Itu tempat ibadah saya orang Islam. Karena pemerintah gak ada alasan berpikirnya apa, sehingga menutup masjid. Kecuali masjid berkontribusi besar menyumbang penyebaran Covid-19. Itu baru masuk akal,” pungkasnya. (*)


Editor : Zainulah
Publisher : Rizal Prayoga
Sumber : -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button