Malang Raya

Sejumlah Elemen Masyarakat Duduk Bareng Obrolkan Kayutangan Heritage

AMEG – Belum ada pembelian, belum ada Akte Jual Beli (AJB) dan belum ada alternatif lain dalam persoalan ruko Kayutangan Nomor 50 (K50) di Jalan Basuki Rahmad (Kayutangan) Kota Malang.

Hal itu kesimpulkan program duduk bareng tentang revitalisasi Kayutangan Heritage sekaligus mencari solusi persoalan Kayutangan no 50 (K50) di care Lodji Hotel Pelangi, Senin (22/11/2022).

Program duduk bareng digelar Malang Post DIsway Arema Media Group, (Ameg), dihadiri lintas elemen masyarakat. Di antaranya, anggota DPRD Kota Malang, pekabat Bappeda Kota Malang, pejabat BPN Kota Malang, anggota Barisan Kader Gus Dur, anggota WALHI Jawa Timur, anggota MCW Kota Malang.

Baca Juga

Walikota Mlaang diwakili Assisten 2 Pemkot Malang. Hadir juga Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, anggota Humas Polresta Malang Kota, Kapolsek Klojen, DPC Peradi Kota Malang, LSM LIRA, anggota DPP LPMK, pejabat Kanwil DJP Jatim I, tokoh-tokoh Kayutangan.

Dalam sambutannya, Imawan Mashuri selaku CEO Arema Media Group (Ameg) dan Ketua Malang Raya Heritage menceritakan sejarah kemunculan ide Kayutangan Heritage. Menurut Imawan, mungkin ada pentingnya membuat khusus Perda terkait Kayutangan Heritage.

BACA JUGA: Soal Kayutangan 50, KPK Menyerahkan pada Pemkot Malang

Duduk bareng ini, merupakan forum untuk menampung berbagai saran, masukan dan ide terkait Kayutangan Heritage. Istilah K50 sendiri kental dibahas guna menjelaskan duduk perkara nilai K50 yang mencapai Rp 26 miliar lebih.

K50 istilah dari bangunan rumah di Kayutangan Nomor 50 yang sempat viral beberapa saat lalu.
Sejumlah pandangan kemudian disampaikan dari sejumlah tokoh dan pejabat. Hingga pukul 12.00 WIB, acara masih berlangsung. (*)


Editor : Irawan
Publisher : Ameg.id
Sumber : Ameg.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button