Regional

Target Vaksinasi Surabaya 40 Ribu Orang per Hari

AMEG – Mulai hari Selasa (06/7/2021) sampai Minggu (11/7/2021) mendatang, Pemkot Surabaya menggelar vaksinasi massal di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari . Vaksinasi massal yang digelar pukul 06.30 WIB sampai pukul 17.00 WIB ini diprioritaskan untuk warga yang memiliki KTP Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi  mengatakan, Pemkot Surabaya menargetkan bisa melakukan vaksinasi 40 ribu orang per hari, dengan percepatan sampai 50 ribu orang.

Eri optimistis target itu bisa terpenuhi karena tim vaksinasi di Stadion Tambaksari tersebut berjumlah 500 orang tenaga kesehatan (Nakes) dari RS swasta, Dinkes, dan Puskesmas se-Surabaya.

Baca Juga

“Vaksinasi bisa berjalan cepat karena Nakes hanya bertugas melakukan screening dan menyuntikkan vaksin. Sedangkan proses administrasi dikerjakan oleh 2.000 relawan Kota Surabaya,” kata Eri seperti termuat di Pers Rilis Diskominfo Jatim, Selasa (06/7/2021).

Eri menjelaskan, jumlah warga Surabaya yang sudah menerima vaksin dosis pertama sebanyak 968.000 orang dan 596.000 orang sudah menerima dosis vaksin kedua.

Sementara itu data Tim Trenggana Satpol PP Jatim, Senin (05/7/2021), Rumah Sakit Darurat Asrama Haji Surabaya merawat pasien dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 sebanyak 98 orang. Mereka dirawat di gedung E2. Sebanyak 55 orang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan 43 orang merupakan non-PMI.

Ketua Tim Trenggana Satpol PP Jatim, M. Solihin, mengatakan, mereka yang dirawat di Gedung E2 ini laki – laki sebanyak 57 orang, dan Perempuan sebanyak 41 orang.

Dalam mengurus puluhan pasien OTG di gedung E2, Tim Trenggana Satpol PP Jatim membantu dalam hal pengaturan konsumsi dan pemenuhan kebutuhan pasien.

“Kami yang siapkan makanan nasi kotak untuk pagi, siang dan malam. Kami pakai APD masuk kedalam untuk mengantarkan makanan dan kebutuhan pasien didukung oleh BPBD Jatim,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov Jatim pada 25 Juni lalu mengoperasikan Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebagai rumah sakit isolasi pasien Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).Hhal ini merupakan upaya untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan yang ada di Jawa Timur.

Rumah Isolasi OTG tersebut berkapasitas 168 tempat tidur dan akan bertempat di Gedung E2 Asrama Haji berlantai dua. Setiap lantai, terdiri dari 28 kamar ber-AC, dan setiap kamarnya berisi enam tempat tidur dengan kamar mandi dalam. Di setiap lantainya, juga terdapat dua unit TV serta dua dispenser yang berada di ruang lobi untuk melengkapi kebutuhan pasien.

Seperti halnya RS Lapangan, rumah isolasi ini juga dilengkapi dengan fasilitas tempat olahraga seperti tenis meja, bulu tangkis dan sepak bola. Selain itu, juga ada cafe gratis dan tiga unit gazebo yang bertempat di lapangan seluas 500 meter persegi di depan gedung isolasi. Guna memaksimalkan pelayanannya, rumah isolasi OTG ini juga dijaga oleh empat orang dokter, delapan perawat dan empat analis. (*)


Editor : Yanuar Triwahyudi
Publisher : Rizal Prayoga
Sumber : -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button