Kabupaten MalangKota MalangMalang Raya

Tol Malang-Kepanjen Butuhkan Waktu 18 Bulan

AMEG – Pembangunan jalan tol menghubungkan Kota Malang sampai Kepanjen, Kabupaten Malang membutuhkan waktu setahun lebih.

“Waktu yang dibutuhkan sampai pengesahan dimulainya eksekusi pembangunan tol Malang-Kepanjen adalah 18 bulan. Kajian-kajian teknis sudah selesai, sudah lima bulan berjalan,” kata Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Khairul Kusuma, Senin (14/2/2022).

Dibutuhkannya waktu panjang karena harus dilihat seperti apa rencana akses tol, disesuaikan dengan tata ruang wilayah. Karena itu sempat beberapa kali perubahan struktur dan pola ruang.

Baca Juga

Dijelaskan Khairul, saat ini menunggu jadual pembahasan bersama melibatkan Pansus DPRD, Pemprov Jatim, lintas sektor antar kementerian terkait.

Setelah pembahasan akan dikembalikan lagi untuk dikaji aspek-aspek hukum sebelum disahkan.

“(Pembangunan) tol Malang-Kepanjen ini tidak bisa main-main di tata ruang. Semua pihak terlibat, mulai level masyarakat sampai pusat di kementerian,” tandas pria dengan panggalian Oong ini.

Ruas jalan tol Malang-Kepanjen sepanjang 33 kilometer terdiri empat opsi titik pintu keluar (exit tol). Yakni, di wilayah Pakisaji, Talangagung Kepanjen, Pagelaran dan Bululawang.

Menurut Oong, proses penyiapan dan pembangunan tol Malang-Kepanjen dilakukan oleh tim khusus pemrakarsa. Pemkab Malang lebih bersifat penunjang bagi jalannya pembangunan hingga pengembangan ke depan. Seperti, pelebaran atau penambahan ruas jalan di sekitar exit tol.

“Ya, pemkab Malang melalui OPD terkait sifatnya supporting. Jika APBD tersedia, tidak menutup kemungkinan ada pengembangannya. Tergantung pula dinamika dan perubahan pemanfaatan tata ruangnya,” demikian Khairul Kusuma. (*)


Editor : Sugeng Irawan
Publisher : Ameg.id
Sumber : -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button