Pendidikan

Tumbuhkan Minat Baca Anak Desa Melalui Taman Baca Lentera Ilmu

AMEG — Buku Jendela Dunia. Ungkapan ini menggambarkan gagasan Jambury, Kepala Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ia baru saja meresmikan Taman Baca Lentera Ilmu.

Awal mulanya, taman baca ini sudah digagas warga Desa Sengguruh sejak tahun 2020. Namun ada beberapa kendala yang dihadapi. Sehingga akhirnya baru bisa diresmikan Kamis 15 Juli 2021.

Salah satu kendalanya, menurut Jambury adalah tempatnya. Awalnya akan ditempatkan di sebuah area di depan Masjid Desa Sengguruh. 

Baca Juga

“Ini benar-benar digagas oleh warga. RW 01 terutama. Awalnya ‘kan mau ditempatkan di bangunan yang sudah tidak terpakai di depan Masjid Desa Sengguruh. Kemudian ada warga yang menyumbangkan rumahnya untuk dijadikan taman baca ini,” ujar Jambury, Jumat (16/7/2021) siang.

Gagasan itulah yang akhirnya ia sambut. Pihaknya lantas memberikan sebuah dukungan. Baik secara langsung atau tidak. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan buku atau keperluan lainnya. Seperti rak buku, meja dan kursi. 

Selain itu Jambury menyebut, bantuan juga mengalir melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). CSR itu diberikan dalam bentuk pembangunan area taman baca menggunakan paving. 

“Kami carikan CSR, dan akhirnya dapat berupa paving untuk area taman baca. Selain itu juga ada rekan-rekan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari salah satu Perguruan Tinggi (PT),” imbuhnya. 

Kedepannya, dia berusaha taman baca ini terus berkembang. Beberapa fasilitas pendukung pun tengah diupayakan agar dapat segera dilengkapi. Seperti Laptop dan printer. Tentu juga termasuk perbendaharaan buku. 

Menurutnya, saat ini antusias warga cukup bagus. Hal itu dilihat dari belasan warga, baik anak-anak maupun dewasa yang datang ke Taman Baca Lentera Ilmu setiap harinya. Dari pantauannya, setidaknya ada 15 anak yang menghabisan waktunya untuk membaca di taman ini. 

“Antusiasnya bagus, begitu juga dengan dukungan warga. Paling tidak setiap hari ada 15 an anak yang baca-baca buku disini. Mungkin juga karena sekolah juga sedang belum bisa tatap muka, jadi mereka memilih untuk membaca buku disini,” terangnya. 

Hal tersebut menurutnya harus dapat terus dikembangkan. Terutama di zaman yang teknologi informasinya sedang berkembang. Dimana informasi, begitu sangat mudah didapat melalui gadget. 

“Ini bagus untuk kembali menumbuhkan minat baca yang sudah mulai luntur. Kita kan sudah banyak yang tahu kalau saat ini orang-orang terutama anak-anak banyak disibukan dengan gadget. Maka dari itu, dengan taman baca ini, harapannya minay baca bagi masyarakat khususnya anak-anak bisa kembali tumbuh,” pungkasnya. (*)


Editor : Yanuar Triwahyudi
Publisher : Rizal Prayugo
Sumber : -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button