Regional

Virus Covid Varian Delta dari India Menyebar di Jatim

Usia Muda Dewasa Lebih Rentan

AMEG – Mutasi Covid-19 varian delta B.1.617.2 dari India telah menyebar ke berbagai wilayah Jatim. Tidak hanya Bangkalan, tetapi juga daerah lain seperti Pacitan dan Kediri. Sebab, transmisi kecepatan varian

India ini 98 kali lipat dari SAR-Covid19 pertama. Sehingga penyebarannya pun bisa lebih luas.

Selain itu, manifestasi klinis bagi yang terpapar juga lebih berat. Gejalanya pada tingkat sedang bahkan berat. Tidak hanya batuk-pilek, tetapi juga desaturasi atau gangguan pernapasan berat. Kendati orang tanpa gejala (OTG) pun tetap bisa terpapar.

Virus SARS-VoV-2 pertama lebih rentan untuk usia tua. Sedangkan varian India ini justru lebih rentan kepada usia muda dewasa. Sebab, mobilitas anak-anak muda lebih tinggi. Sehingga potensi keterpaparannya tinggi.

“Dulu yang rentan hanya pasien usia tua dengan komorbid. Kalau delta ini sekarang bergeser ke arah usia muda dewasa,” ujar Fauqa Arinil Aulia, dokter spesialis patologi klinik yang bertugas di RS Lapangan Indrapura saat konferensi pers kemarin (15/6).

Kondisi pasien di Rumah Sakit Lapangan Indrapura Jumlah pasien di RSLI kini terus bertambah akibat covid Varian India yang masuk ke Jawa Timur. (Foto: Eko – Di’s Way)

Bagi yang punya mobilitas tinggi akan berisiko tinggi terpapar varian India ini. Terutama wilayah seperti Madura. Banyak warga di sana yang bekerja ke luar negeri. Atau bahkan melaut lalu singgah di banyak pelabuhan. Seperti tiga pasien yang dilaporkan terpapar varian India hasil dari penyekatan Suramadu lalu. Meski bukan pekerja imigran Indonesia (PMI), ketiganya merupakan lelaki pekerja yang mobilitasnya cukup tinggi.

Hingga kini kondisi mereka dilaporkan semakin membaik. Mendapat perawatan yang intensif. Dua pasien dirawat di RSLI. Satu lainnya dirawat di RS Bojonegoro karena ingin dekat dengan keluarganya.

“Ketiga pasien hasilnya bagus sepuluh hari ini. Dengan adanya penyekatan kita bersyukur bisa dapat varian baru. Sehingga bisa lebih awal lagi penanganannya. Harapan kita semua bisa tertangani dengan baik,” kata Penanggung jawab RSLI Laksmana Pertama Nalendra.

Kondisi pasien di Rumah Sakit Lapangan Indrapura Jumlah pasien di RSLI kini terus bertambah akibat covid Varian India yang masuk ke Jawa Timur. (Foto: Eko – Di’s Way)

Kondisi RSLI saat ini mengalami over kapasitas. Jumlah pasien hingga kemarin mencapai total 649.

Sedangkan kapasitasnya hanya 400 tempat tidur. Dari penyekatan Suramadu membawa 216 pasien, 3 diantaranya terpapar varian India. 8 pasien dirujuk ke RSUD Soetomo. Dan ada 203 pasien nilai CT-nya dibawah 25.

Surabaya Percepat Vaksinasi

Pasien Covid yang baru datang di RSLI kemarin Jumlah pasien di RSLI terus bertambah akibat Varian India yang berasal dari Bangkalan Madura. (Foto: Eko – Di’s Way)

Program vaksinasi di Surabaya kini diperluas. Pemkot Surabyaa sudah membuka pendaftaran vaksin untuk usia 18 tahun ke atas. Sebelumnya, vaksin terbatas untuk lansia, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, wartawan, ulama, TNI/Polri, dan petugas pelayanan publik. Link pendaftaran sudah disebar melalui media sosial.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, pendataan itu dibuat oleh Dinkes dengan tujuan mempermudah masyarakat dalam mendaftar. “Link yang beredar itu dibuat oleh Dinkes,” ujarnya

Febri menjelaskan, warga yang medaftar akan mendapat SMS dari Dinkes. Termasuk informasi mengenai tempat dan waktu vaksinasi. (*)


Editor : Sugeng Irawan
Publisher : Rizal Prayoga
Sumber : Di's Way

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

City Guide 911 FM