EntertainmentLifestyle

Vita Alesya: Awalnya Saya Gadis Desa Jualan Sembako, Sekarang….

AMEG – Vita Alesya mengatakan kalau dia awalnya hanyalah gadis gak punya dari desa, waktu senggangnya pun jualan sembako. 

“Jadi kalau sekarang aku jadi model dan penyanyi dangdut, lantas kenapa, kalau rezekiku memang dari dunia entertainment, InsyaAllah ada jalan, yang penting aku tidak berhenti belajar dan berusaha,” ujarnya kepada ameg.id tadi pagi.

Ya, Vita Alesya sekarang adalah seorang model terkenal, pencipta lagu dan  penyanyi dangdut dari Malang Raya dan mulai dikenal di Jatim.

Baca Juga

Artis  kelahiran Malang 22 Mei 1996 ini, sudah punya album sendiri yang dirilis pada 7 Desember  2018 lalu. Vita juga menulis sendiri  lagu “Bukan Takdirku”.

Vita mengaku kelak ingin sukses seperti Ayu Tingting. “Tapi aku  juga tidak mau muluk-muluk,  semua aku  serahkan pada Yang Maha Kuasa,” kata penyanyi yang tinggal di  Jalan Hamid Rusdi, Sumber Suko, Tajinan,  Kabupaten Malang ini.

Vita menambahkan kalau  dirinya InsyaAllah  tidak akan  berhenti belajar dan berusaha. 

“Dari awalnya aku memang bukan siapa-siapa,  hanya gadis nggak punya dari desa yang dipandang sebelah mata,  yang ingin berkembang dan buat orang tua bahagia dan ingin mengangkat derajat mereka,” katanya panjang lebar.

Ia mengaku  dari kecil memang  bercita-cita jadi artis. “Dulu aku malah  dihina,  sampai dibilang mimpi kali, tapi  aku  tetap aja jalan dan aku buktikan, semuanya bisa,” tegasnya.

Penyanyi yang kini masih berusia  23 tahun ini menceritakan, ia belajar nyanyi sejak kecil. 

“Waktu aku kelas  3 SD, aku sudah suka nyanyi dan joget di depan kelas, ditonton  teman-temen dan kakak kelas  sampai disoraki,” katanya.

Di luar dunia artis, waktu luangnya ia gunakan  berdagang. “Dagang apa aja sih aku suka, jadi kalau pas waktu luang itu, aku kadang jualan baju, sembako, kosmetik secara online, parfum,  ya apalah asal halal,” katanya. (*)


Editor : Sugeng Irawan
Publisher : Iqbal Prastiya
Sumber : "-"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button