Regional

Wagub Jatim Optimis Ekspor Meningkat

AMEG – Pemprov Jatim mengupayakan berbagai langkah strategis untuk memulihkan ekonomi di berbagai sektor. Salah satu yang tengah dilakukan adalah di bidang perdagangan ekspor Jatim ke luar negeri.

Melihat upaya tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak pun merasa optimis bahwa perdagangan ekspor Jatim akan terus mengalami peningkatan. Hal itu tampak pada kontribusi Jatim pada perekonomian Indonesia.

Menurut data Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, per April 2021 neraca ekspor Indonesia mengalami surplus hingga 71,7 miliar dollar AS. Sepertiga dari nilai tersebut disokong dari Produk Domestik Bruto (PDB) Jatim.

Baca Juga

“Meski ada desas-desus penurunan ekspor Indonesia, neraca menjadi kembali seimbang karena di Jatim ekspor stabil di saat impor turun. Akhirnya terjadi trade balance,” kata Wagub Emil Dardak seperti termuat di Pers Rilis Diskominfo Jatim, Jumat (11/6/2021).

Hal itu dikatakan Emil saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga melepas ekspor PT Sun Paper Source Mojokerto.

Terkait peningkatan ekspor itu, Emil berharap, agar industri di Jatim menjadi lebih kompetitif dan berdaya saing internasional dengan memanfaatkan Free Trade Agreement (FTA) atau Perjanjian Perdagangan Bebas.

FTA sendiri, jelas Wagub Emil, merupakan perjanjian pembentukan wilayah dagang bebas antara dua negara atau lebih. Dengan adanya FTA, proses perdagangan barang dan jasa yang melintasi negara-negara tersebut, tidak akan dikenakan hambatan tarif atau non-tarif.

Lebih jauh dirinya optimis, melalui FTA yang sedang diperjuangkan oleh Kemendag RI diharapkan mampu mengantarkan produk-produk Jatim bersaing di kancah internasional.

“Melihat peningkatan ini, industri yang ada di Gerbangkertasusila bisa menjadi lebih kompetitif lagi. Bisnis-bisnis ini sudah memiliki trademark yang baik sebagai produk lokal. Kita bisa memanfaatkan Free Trade Agreement untuk mulai masuk ke pasar non-mainstream,” ujar mantan Bupati Trenggalek ini.

Lebih lanjut Emil menambahkan, negara-negara yang tengah menjalankan perjanjian FTA dengan Indonesia di antaranya melibatkan negara-negara ASEAN, Jepang, Cina, Korea, India, Australia, dan Selandia Baru.

Untuk itu, Wagub Emil terus mendorong agar industri di Jatim senantiasa memantau demand pasar dan menarget pasar-pasar internasional yang tepat sasaran.

“Dalam mengembangkan ekspor perdagangan, kita harus selalu ingat untuk menyasar pasar-pasar yang tepat sasaran. Memberi supply produk yang sesuai dengan demand. Dengan itu, produk yang berdaya saing ini nantinya dapat memanfaatkan FTA yang diperjuangkan oleh Kemendagri,” tuturnya.

Mewakili Pemprov Jatim, Wagub Emil menyatakan siap untuk menjembatani industri-industri di Jatim. Diantaranya dengan terus melakukan sinergi bersama produsen lokal dan membangun konektivitas antar daerah di Jatim.

“Tugas kami di pemprov menjadi jembatan dan sinergi antar kabupaten dan kota, baik dengan negara maupun mancanegara. Jatim menyumbang hampir seperempat industri di Indonesia. Mewadahi kesinambungan ini akan menjadi fokus yang sangat penting,” tegasnya. (*)

Foto: Diskominfo Jatim

MENINGKAT: Wagub Jatim Emil Dardak merasa optimis bahwa perdagangan ekspor Jatim akan terus mengalami peningkatan.

Wagub Jatim Optimis Ekspor Meningkat

AMEG – Pemprov Jatim mengupayakan berbagai langkah strategis untuk memulihkan ekonomi di berbagai sektor. Salah satu yang tengah dilakukan adalah di bidang perdagangan ekspor Jatim ke luar negeri.

Melihat upaya tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak pun merasa optimis bahwa perdagangan ekspor Jatim akan terus mengalami peningkatan. Hal itu tampak pada kontribusi Jatim pada perekonomian Indonesia.

Menurut data Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, per April 2021 neraca ekspor Indonesia mengalami surplus hingga 71,7 miliar dollar AS. Sepertiga dari nilai tersebut disokong dari Produk Domestik Bruto (PDB) Jatim.

“Meski ada desas-desus penurunan ekspor Indonesia, neraca menjadi kembali seimbang karena di Jatim ekspor stabil di saat impor turun. Akhirnya terjadi trade balance,” kata Wagub Emil Dardak seperti termuat di Pers Rilis Diskominfo Jatim, Jumat (11/6/2021).

Hal itu dikatakan Emil saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga melepas ekspor PT Sun Paper Source Mojokerto.

Terkait peningkatan ekspor itu, Emil berharap, agar industri di Jatim menjadi lebih kompetitif dan berdaya saing internasional dengan memanfaatkan Free Trade Agreement (FTA) atau Perjanjian Perdagangan Bebas.

FTA sendiri, jelas Wagub Emil, merupakan perjanjian pembentukan wilayah dagang bebas antara dua negara atau lebih. Dengan adanya FTA, proses perdagangan barang dan jasa yang melintasi negara-negara tersebut, tidak akan dikenakan hambatan tarif atau non-tarif.

Lebih jauh dirinya optimis, melalui FTA yang sedang diperjuangkan oleh Kemendag RI diharapkan mampu mengantarkan produk-produk Jatim bersaing di kancah internasional.

“Melihat peningkatan ini, industri yang ada di Gerbangkertasusila bisa menjadi lebih kompetitif lagi. Bisnis-bisnis ini sudah memiliki trademark yang baik sebagai produk lokal. Kita bisa memanfaatkan Free Trade Agreement untuk mulai masuk ke pasar non-mainstream,” ujar mantan Bupati Trenggalek ini.

Lebih lanjut Emil menambahkan, negara-negara yang tengah menjalankan perjanjian FTA dengan Indonesia di antaranya melibatkan negara-negara ASEAN, Jepang, Cina, Korea, India, Australia, dan Selandia Baru.

Untuk itu, Wagub Emil terus mendorong agar industri di Jatim senantiasa memantau demand pasar dan menarget pasar-pasar internasional yang tepat sasaran.

“Dalam mengembangkan ekspor perdagangan, kita harus selalu ingat untuk menyasar pasar-pasar yang tepat sasaran. Memberi supply produk yang sesuai dengan demand. Dengan itu, produk yang berdaya saing ini nantinya dapat memanfaatkan FTA yang diperjuangkan oleh Kemendagri,” tuturnya.

Mewakili Pemprov Jatim, Wagub Emil menyatakan siap untuk menjembatani industri-industri di Jatim. Diantaranya dengan terus melakukan sinergi bersama produsen lokal dan membangun konektivitas antar daerah di Jatim.

“Tugas kami di pemprov menjadi jembatan dan sinergi antar kabupaten dan kota, baik dengan negara maupun mancanegara. Jatim menyumbang hampir seperempat industri di Indonesia. Mewadahi kesinambungan ini akan menjadi fokus yang sangat penting,” tegasnya. (*)

Aziz Tri P

Recent Posts

{{ keyword }}

{{ text }} {{ links }}

4 bulan ago

{{ keyword }}

{{ text }} {{ links }}

4 bulan ago

{{ keyword }}

{{ text }} {{ links }}

4 bulan ago

Real Count Sirekap Dihentikan, Sudirman Said Menilai Pemilu 2024 Bermasalah

AMEG.ID, Indonesia - Co Kapten Timnas Pemenang Anies-Muhaimin Sudirman Said menyebut penghentian tayangan real count…

7 bulan ago

Aksi Massa Dukung Proses Hukum Soal Dugaan Korupsi Ganjar Pranowo

AMEG.ID, Indonesia - Massa yang merupakan aliansi masyarakat Jawa Tengah menggelar aksi di depan kantor…

7 bulan ago

Dindik Jatim Bekali Ratusan Guru untuk Hadapi Era Digital

AMEG.ID, Jawa Timur - Dinas Pendidikan Jawa Timur membekali ratusan guru untuk siap menghadapi tantangan…

7 bulan ago

This website uses cookies.