Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /var/www/html/ameg.id_wp/wp-content/themes/jannah/jannah.template#template on line 43
Kabupaten Malang

Mall Pelayanan Publik Dipercepat Juli

AMEG – Kadis Penamaan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Malang, Subur Hutagalung menegaskan, percepatan layanan Mall Pelayanan Publik (MPP) dilakukan Juli 2022 mendatang.

“Percepatan MPP ini sesuai amanat pemerintah pusat. Sebelumnya sudah dikunjungi MenPAN-RB, dan pada bulan Juli 2022 ini harapannya akan diresmikan pelayanannya,” kata Subur Hutagalung.

Arahan percepatan pelayanan publik melalui MPP ini juga sempat ditegaskan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, dalam acara Penandatanganan MoU Percepatan Penyelenggaraan Mall Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB kemarin. Arahan ini diikuti secara daring di Hall Command Center Kantor Pemkab Malang, Selasa (28/6) sore.

Baca Juga

Menurutnya, sesuai rencana awal Mall Pelayanan Publik Kabupaten Malang akan dipusatkan di kantor yang saat ini ditempati Disduk Capil.

Di Mall Pelayanan Publik ini, lanjut Subur, akan ada pelayanan terpadu dari beberapa instansi teknis maupun vertikal. Seperti pelayanan ketenagakerjaan (disnaker), Bapenda, termasuk Disdukcapil atau instansi teknis pelayanan perizinan yang lain.

Sementara, instansi vertikal yang akan berkantor di MPP seperti pelayanan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, Kantor Samsat, Kantor Perpajakan, PLN, BPR dan lainnya.

“Kami sudah melakukan inventarisasi dan penataan instansi apa yang bisa memberikan pelayanan di MPP. Juga penyiapan infrastruktur dan kominfo untuk digitalisasi dan penyediaan akses jaringan pelayanan berbasis online,” terang Subur.

Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Subur Hutagalung. (amin)

Ia menambahkan, pelayanan publik yang diberikan di MPP nanti berbasis OSS (Online Single Submission), sesuai PP Nomor 5/2021 tentang penyelenggaraan pelayanan publik berbasis resiko, juga pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Semangat dibentuknya MPP ini agar masyarakat semakin mudah dalam mengurus perizinan. Dampaknya, dengan terdaftar di OSS, kegiatan usaha yang dijalankan legal dan bisa mengakses program pendanaan,” demikian Subur Hutagalung. (*)


Editor : Irawan
Publisher : Ameg.id
Sumber : Ameg.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button