Pendidikan

Mas Unti Sosok Nasionalis dan Religius Calon Rektor UB

AMEG – Salah satu calon rektor (carek) Universitas Brawijaya (UB) adalah Prof Dr Unti Ludigdo SE Ak. Dekan Fakultas Vokasi  UB ini dikenal sebagai sosok orang nasionalis dan religius.

Prof Unti yang juga mantan Dekan Fisip UB itu lahir di Trenggalek 53 tahun  lalu, Mas Unti, teman-temannya biasa memanggil, besar di lingkungan keluarga guru yang kehidupannya kental dengan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme dan keagamaan.

Nilai-nilai nasionalis-religius ini yang menjadi basis konsentrasi keilmuannya dalam pengembangan akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, tak heran apabila beliau pernah juga menjadi takmir masjid yang ada di lingkungan kampus UB

Baca Juga

Keluasan ilmu dan komitmen kebangsaannya sangat jelas tergambar dalam Orasi Ilmiah pengukuhan Guru Besarnya dengan judul “Memaknai Etika Profesi Akuntan Indonesia dengan Pancasila” dan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Etika Bisnis dan Profesi dalam usia yang sangat muda, yaitu 43 tahun.

Komitmen kebangsaan, nasionalisme dan keagamaan ini terus menjadi landasan hidup dan kehidupan akademiknya. Sebanyak 62 jurnal bereputasi internasional dan nasional hasil riset konsisten telah dihasilkannya. Bahkan, ada salah satu artikelnya mendapat apresiasi internasional karena mempu menghadirkan nilai Pancasila sebagai nilai (jalan) alternatif dalam pengembangan etika akuntan internasional.

Sementara itu untuk kiprah dalam dunia organisasi akademik dan profesi juga sampai ke kancah internasional. Prof Unti juga tergolong moncer. Dia aktif di dalam salah satu asosiasi profesi akuntan pendidikan internasional yang cukup bergengsi. Yaitu, The International Association for Accounting Education & Research (IAAER) dan The Indonesian Institute for Corporate Governance. Salah satu kontribusi pemikirannya adalah internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan etika profesi akuntan internasional.

Kamudian di kancah nasional, berbagai jabatan strategis profesi dan akademik juga disandangnya. Antara lain: Anggota Komite Etika Ikatan Akuntan Indonesia tahun 2007-2010, Ketua Bidang Pendidikan IAI Kompartemen Akuntan Pendidik tahun 2010-2013, Asesor Akreditasi BAN PT tahun 2007-2014 dan Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) sejak tahun 2022 – sekarang. Tahun 2017, Prof Unti menjadi salah satu inisiator Forum Dekan Ilmu-Ilmu Sosial seluruh Indonesia yang kemudian menjabat sebagai Dewan Pendiri dan Dewan Pengawas.

Kiprahnya dalam organisasi akademik dan profesi ini menjadi modal dasar sangat penting dalam membangun jaringan komunikasi dan pengembangan organisasi. Kesuksesan ini tak lepas dari jiwa dan semangat Mas Unti untuk selalu berinovasi, responsivitas dengan perubahan, keluwesan dalam berkomunikasi dan kerjasama sinergis-kolaboratif dengan berbagai kalangan, serta tingginya semangatnya untuk terus berlomba dan beramal jariyah dalam kebaikan guna membangun kehidupan bangsa yang lebih baik.

Sementara untuk kiprahnya dalam hal organisasi Mas Unti juga sudah mulai aktif dari mahasiswa, Jiwa kepemimpinan dan organisasi terus terbangun mulai dari Ketua Komisariat HMI Fakultas Ekonomi dan Binis Universitas Brawijaya (FEB UB) sampai dengan Sekretaris Cabang HMI Kota Malang. 

Komitmen dan kiprahnya dalam organisasi HMI terus berlanjut sampai saat ini dengan aktif sebagai pengurus Keluarga Alumni HMI (KAHMI) Majelis Daerah Malang Raya sejak tahun 2005. Bahkan, tahun 2020 Prof Unti juga menjadi salah satu inisiator pendirian Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) yang didirikan oleh KAHMI pusat sebagai wujud komitmen organisasi dalam mencerdaskan bangsa. 

Untuk kiprahnya di dunia keagamaan sendiri, Prof Unti juga terbilang istimewa. Sejak mahasiswa ia di angkat menjadi remaja masjid dan bersama sama takmir masjid di Jalan Kalpataru bersama para sesepuh organisasi keagamaan moderat untuk membangun dan mengembangkan fungsi masjid.

Dengan pengalaman itu tidak heran Prof Unti kemudian  memperoleh tugas dari Rektor UB untuk menjadi Ketua Takmir Masjid Raden Patah (MRP) UB sejak tahun 2015. Dalam hal ini Mas Unti dibebani tugas ganda. Yaitu, menghidupkan semangat keagamaan kampus dan sekaligus membendung arus paham radikalisme dan fanatisme agama. 

Kiprah di dalam organisasi keagamaan modern di luar kampus, Mas Unti juga menjadi Ketua Badan Pengawas Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Malang sejak tahun 2015.

Dan terakhir perihal prestasinya, dengan komitmenya yang seperti itu, hampir segudang prestasi telah ia peroleh, baik nasional maupun internasional, salah satunya Finalis Ketua Program Studi/Ketua Jurusan Berprestasi Nasional tahun 2010 dari Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2010 dan memperoleh Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dari Presiden RI tahun 2019.

Kemudian beberapa jabatan di UB juga pernah di embanya. Dimulai darinKetua Juruan Akuntansi dua periode yaitu 2007-2013, Ketua Program Doktor Ilmu Akuntansi tahun 2013-2016 sampai menjadi Dekan Fakultas Vokasi tahun 2022 sampai sekarang. Sekaligus juga ditugasi rektor sebagai Koordinator Pelaksana Harian Reformasi Birokrasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Prof Unti juga mampu dengan baik mengawal perubahan status Program Pendidikan Vokasi menjadi Fakultas Vokasi sejak menjadi PTNBH tahun 2021. Kebijakan pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mampu diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan vokasi. Sehingga mampu memotivasi mahasiswa untuk melakukan inovasi teknologi dan sistem yang dapat menjadi solusi berbagai permasalahan masyarakat di lapangan.

Sampai saat ini, Prof Unti juga terus diminta menjadi narasumber ahli tetap berbagai instansi pemerintah. Antara lain BPSDM Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Blitar dan pemerintah daerah lainnya untuk materi kepemimpinan Pancasila dan Ekonomi Pancasila kepada para pejabat pemerintah daerah.

Berbekal pengalaman dan kompetensi ini, Prof Unti siap menjadikan Universitas Brawijaya sebagai kampus kebangsaan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.(MA Rozzi-Eka Nurcahyo/Adv)


Editor : Eka Nurcahyo
Publisher : Ameg.id
Sumber : Ameg.id

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button