Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /var/www/html/ameg.id_wp/wp-content/themes/jannah/jannah.template#template on line 43
Kabupaten Malang

Ekosistem Kemitraan BUMN Siap Proteksi Kebutuhan Petani

AMEG – Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia I, Danniyanto menegaskan, eksistem pertanian kemitraan BUMN akan melindungi petani untuk meningkatkan nilai kesejahteraannya, Kamis (28/7/2022).

“Semua kebutuhan petani akan diproteksi dan dicover dari ekosistem BUMN yang ada. Target utamanya, produktivitas pertanian meningkat, dan ujungnya bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Danniyanto, Kamis (28/7).

Ekosistem BUMN yang dimaksudkannya PT Rajawali Nusantara Indonesia I, beserta grup anak perusahaannya, PT Petrokimia Gresik dan ID Food. Selain itu, juga ada BRI, serta sejumlah bank Himbara lainnya.

Baca Juga

“Ekosistem program Makmur kami akan sepenuhnya mensupport petani, bersama holding pupuk dan akses pendanaan perbankan, termasuk untuk herbisida dan alat-alat pestisida,” imbuhnya.

Sebagai BUMN produsen gula, pihaknya sendiri melalui ID Food mentargetkan bisa memproduksi gula hingga sekitar 400 ribu ton per tahun.

Peningkatan produksi gula ini, lanjut Denny, dilakukan dengan bekerja sama langsung dengan asosiasi petani tebu rakyat, salah satunya yang ada di Kabupaten Malang.

“Melalui dukungan pupuk dan peningkatan mekanisasi, serta perluasan lahan tanam tebu, kami targetkan produksi panen petani tebu dan produksi gula terus meningkat tiap tahunnya,” bebernya.

Ia juga mencontohkan, adanya asuransi lembaga perbankan yang bisa dimanfaatkan petani nantinya. Yakni, asuransi gagal panen maupun gagal bayar.

Danniyanto menambahkan, terkait perkebunan tebu ditargetkan ke depan mengalami swasembada gula. Hal ini menurutnya sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo belum lama ini.

“Swasembada gula ditargetkan tercapai 2025 mendatang. Target produksk gula sendiri diharapkan meningkat dari kontribusi 11 persen saat ini, bisa naik menjadi 14 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, presiden direktur PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menegaskan, sebelum memberikan support produksi tebu, pihaknya harus memastikan uji lahan tanam yang digunakan.

Menurutnya, dari hasil uji tanah yang dilakukan, didapati hasil kandungan unsur hara Nitrogen dan Kalium masih kurang. Selain itu, pH tanah di lahan tebu wilayah Gondanglegi juga masih rendah.

“Jadi, sebelum kami support pupuk, kualitas tanah lahan tebu di sini tadi kami uji. Hasilnya, semua kandungan unsurnya masih kurang, hanya hara fosfat yang cukup. Nah, kami punya formula untuk mengatasinya,” jelas Dwi Satriyo.

Formula pupuk yang nanti disiapkan, lanjutnya, adalah pupuk NPK khusus yang lebih banyak kandungan haranya. Juga, pupuk organik premium untuk bisa mengembalikan kesuburan tanah petani.

“Petrokimia Gresik di ekosistem ini bukan sekadar perusahan pupuk, tetapi ikut menjadi BUMN solusi ago-industri,” tandas Dwi. (*)


Editor : Irawan
Publisher : Ameg.id
Sumber : Ameg.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button