Pendidikan

Gelfoam Biji Alpukat dan Kulit Udang, Kurang dari 10 Menit Kontrol Pendarahan Cabut Gigi

AMEG – Perawatan gigi bagi masyarakat masih menjadi hal yang penting, Bukan berarti pandemic, kemudian persoala gigi menjadi terlupakan.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2018, prevalensi pencabutan gigi di Indonesia mencapai 7,9 %. 

Penyembuhan pencabutan gigi menjadi perhatian lima mahasiswa FKG (Fakultas Kedokteran Gigi) UB (Universitas Brawijaya) Malang.

Mereka melakukan inovasi. Menciptakan gelfoam ramah lingkungan. Berbahan alami. Dipastikan lebih aman dari gealfom berbahan dasar kimia.

“Belum tersedianya produk komersial gelfoam berbahan herbal, mendorong kelompok ini berinovasi,” ujar Tim Humas UB, Minggu (22/8/2021).

Kelompok ini terdiri dari Oliresianela, Esra Kusteniuk Simanjuntak, Fiorina Divasinta Mirelia Marsudi, Langit Jingga dan Nabila Oktavina Dwiputri.

Mereka di bawah bimbingan drg Diah Sp Perio. Berinovasi dengan mengombinasikan kitosan dan bahan aktif ekstrak biji alpukat untuk menunjang daya guna gelfoam. 

Kombinasi Kitosan-Ekstrak Biji Alpukat (Persea Americana Mill) ini mememiliki daya sembuh terhadap luka pasca ekstraksi gigi.

Gelfoam atau gelatin foam dapat mengontrol perdarahan pasca pencabutan gigi dalam waktu  kurang dari 10 menit. 

Spons gelatin ini, berasal dari gelatin murni yang berbentuk spons lentur, berpori dan mudah menyerap.

Di sisi lain, Indonesia adalah negara penghasil udang ketiga di dunia. Kulit udang mencapai 45-55 % berat total dengan nilai ekonomis yang rendah.

Dianggap sebagai limbah. Padahal mengandung kitin yang dapat menghasilkan kitosan. 

Kitosan memiliki berbagai keistimewaan. Seperti bersifat antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, dapat menjadi agen penggumpal dan dapat diserap oleh tubuh. 

Kombinasi kitosan dan molekul bioaktif lain meningkatkan sifat mekanik, penyerapan protein, serta biomineralisasi. Oleh karena itu, dikombinasikan kitosan dengan molekul bioaktif dari ekstrak biji alpukat.

Biji alpukat mengandung minyak atsiri, senyawa bioaktif, serat dan sumber karbon  hingga 15 % total berat dan dapat menjadi alternatif obat berbagai penyakit. 

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif penyembuhan luka pasca pencabutan gigi. (*) 


Editor : Yanuar Triwahyudi
Publisher : Ameg.id
Sumber : Ameg.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

City Guide 911 FM