Kota Batu

Dewanti Ajak Petani Tanam Sayur Tahan Lama

AMEG – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, membenarkan, sektor pertanian secara langsung sangat terdampak PPKM berlevel. Salah satu pemicunya, tidak adanya acara pernikahan atau hajatan lainnya, hingga kurangnya konsumsi sayur mayur dan hasil pertanian lainnya.

“Karena itu, saya harap petani turut berfikir sebelum menanam, terutama produk pertanian apa yang cocok di situasi seperti ini dan bisa tahan lama, misalnya ubi dan wortel ,” jelas Dewanti, Senin (23/8/21). 

Hasil pertanian seperti slada dan sayuran tidak bisa tahan lama. Itu perlu difikirkan petani. Kalaupun sayuran ya secukupnya saja, dan sisa lahannya ditanami yang mampu tahan lama.

“Saya akan minta kepala dinas terkait mengundang para petani, khususnya petani holtikultura, agar memprogram tanaman yang cocok di masa seperti ini,” tandasnya. 

Salah satu petani terdampak, Eni, menjelaskan, saat ini dia menanam berbagai jenis sayuran. Mulai siomak, larosa, kale dan sejumlah lainnya.

“Dulu, sebelum diberlakukan PPKM, walau pandemi, penjualan masih lancar. Tapi setelah ada PPKM, penjualan turun drastis. Kami kelebihan sayur, karena sulitnya pemasaran,” beber Eni.

Imbas PPKM berlevel juga dirasakan petani buah. Salah satu petani apel, Suntakim, menuturkan hal yang sama dengan Eni. Selama PPKM berlevel dia kesulitan memasarkan. 

“Pedagang buah yang biasa membeli apel, kini tak berani membeli banyak. Saya bingung mau jual kemana,” ungkapnya.

Sudah apes ketimpa tangga pula, menjadi gambaran nasib Suntakim. Selain mengalami kesulitan pemasaran, dia juga mengungkapkan jika saat ini harga jual apel juga sedang turun. Dari Rp 10 ribu menjadi Rp 8,5 ribu per kilogram. (*)


Editor : Achmad Rizal
Publisher : Rizal Prayoga
Sumber : Ameg.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

City Guide 911 FM