OlahragaSepakbola

Butuh Adaptasi Saat Puasa

AMEG – Sejak Senin (19/4/2021) lalu, Arema FC sudah kembali berlatih. Bedanya saat ini memasuki Ramadan. Pun pemain, juga baru dapat libur seminggu. Untuk menyesuaikan dengan kebiasaan selama puasa. Pemain juga mulai membiasakan, bagaimana latihan dalam kondisi tetap berpuasa.

Sebelumnya, tim pelatih yang saat ini masih menantikan kehadiran head coach, meminta komitmen pemain, untuk tidak ada yang terlambat. Sebab, semua dilakukan demi menjaga kondisi mereka yang sudah menjalani latihan fisik sebelum libur sepekan menyambut Ramadan.

‘’Semua berjalan lancar. Setiap latihan sejak Senin (19/4/2021) lalu, semua juga ikut. Karena mereka sebelumnya berkomitmen tidak ada terlambat latihan. Ini demi menjaga kondisi mereka,’’ ujar caretaker pelatih Arema FC, Kuncoro.

Kuncoro menyebut, program latihan yang diberikan tidak terlalu berat. Mereka melakukan pemanasan berlari satu putaran lapangan. Padahal biasanya sesi itu dilakukan sampai tiga kali putaran.
Setelahnya, latihan dilakukan dengan bola untuk mengembalikan feeling ball pemain setelah libur sepekan. Menurutnya, karena ini latihan di bulan Ramadan, pemain masih beradaptasi.

‘’Pasti adaptasi, karena pemain butuh penyesuaian latihan dengan kondisi perut kosong. Mungkin beberapa hari mereka sudah bisa adaptasi. Kalau latihan pertama, tadi mereka terlihat kelelahan. Itu wajar. Tapi pelan-pelan nanti terbiasa,’’ sambungnya.

Sementara, ketika sesi latihan memang tidak ada keluhan dari pemain. Akan tetapi, tim pelatih sempat melihat gesture pemain yang kelelahan.
Dia memprediksi, pemain butuh waktu adaptasi sekitar 4-7 hari. Setelah itu dia menilai pemain bakal terbiasa dengan menu latihan saat berpuasa.

Sementara itu terpisah, menyinggung wacara pemberlakuan kompetisi Liga 1 2021 mendatang, tanpa pemain asing, manajemen Singo Edan secara tegas menolak usulan yang mereka sebut tidak tepat ini.

‘’Kami tidak setuju jika kompetisi nanti digelar tanpa pemain asing. Arema FC menilai, keberadaan pemain asing masih sangat diperlukan dalam kompetisi ini,’’ ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Menurut Ruddy, keberadaan pemain asing, tak hanya penting secara teknis. Secara nonteknis pun, sambung manajer berusia 49 tahun tersebut, keberadaan legiun asing sangat penting.

‘’Ini kan industri. Kita perlu sosok pemain asing sebagai salah satu daya tarik. Untuk pemasaran merchandise misalnya. Pemain asing meningkatkan penjualan merchandise. Demikian pun kala bernegosiasi dengan pihak sponsor. Keberadaan mereka meningkatkan nilai jual,’’ tuturnya.

Sebelumnya, sempat muncul wacana kompetisi musim 2021 dihelat tanpa keberadaan pemain asing. Hal ini disebut untuk merespons kondisi keuangan klub yang belum pulih akibat terdampak pandemi Covid-19. (Ra Indrata)


Editor :
Publisher :
Sumber :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

City Guide 911 FM