EntertainmentLifestyle

Lebih Memahami Ibunda

MINGGU malam (kemarin WIB), Han Ye-ri duduk manis di teras Union Station, Los Angeles, venue Academy Awards 2021. Menikmati acara. Sebagai penonton. Meskipun banyak pengamat film menyebut, dia sebenarnya layak menghadiri The Oscars sebagai nomine.

Bagaimana tidak. Akting dia dalam Minari sangat kuat. Tidak kalah jika dibandingkan dua rekan dia yang masuk nominasi: Steven Yeun (Aktor Terbaik) dan Youn Yuh-jung (Aktris Pendukung Terbaik). Namun Ye-ri santai saja. Bagi dia, bisa membintangi Minari, dan menjadi bagian dari pesta terbesar dalam jagat sinema, sudah melampaui bayangan terliar dia.

Dalam film yang disutradarai Lee Isaac Chung itu, Ye-ri memerankan Monica Yi. Ibu dua anak dan istri Jacob Yi. Pasangan yang bermigrasi dari Korea ke Amerika Serikat pada pertengahan era 70an. Setelah 10 tahun berpindah-pindah kota, mereka lalu mencoba menetap di pedesaaan Arkansas. Dan buat Ye-ri, pengalaman memerankan Monica—ternyata—membawa pengaruh yang lebih besar daripada yang dia bayangkan.

’’Secara emosional, film ini mengajarkan banyak hal kepadaku,’’ kata Ye-ri, dalam wawancara dengan Refinery. Yang paling menantang, kata aktris 36 tahun itu, adalah memahami perempuan dari generasi di atas dia.

’’Ibuku, bibi-bibiku dan semua yang tumbuh di era 70 dan 80an adalah perempuan yang berbeda dengan sekarang,’’ ungkap Ye-ri. ’’Dengan memerankan Monica, aku bisa lebih memahami bagaimana ibuku, dan saudari-saudari dia (aku punya enam bibi, by the way),’’ tutur dia seperti dirilis DI’s Way.

Ye-ri mengungkap, di keluarga Korea, anak perempuan tertua menempati posisi yang penting, tapi sulit. Mereka harus menanggung peran sebagai orang tua juga. ’’Kurasa, aku memang dari dulu tidak mau memahami orang tuaku. Karena sebagai anak tertua, aku harus menjalankan peran mereka juga. So, ini nggak mudah,’’ papar bintang serial My Unfamiliar Family tersebut.

Perempuan yang terlahir dengan nama Kim Ye-ri itu mengungkapkan, hidup bibi-bibi dia tergolong sulit. Masing-masing punya tantangan sendiri. Namun mereka mencoba sekuat tenaga untuk mengatasi segala kesulitan. Perjuangan mereka juga dijadikan Ye-ri sebagai inspirasi memainkan Monica Yi.

’’Dibandingkan dengan zaman sekarang, perempuan dari generasi ibuku tidak tahu dan tidak bisa menyuarakan keinginan mereka. Terutama setelah menikah,’’ jelas dia.

Dalam Minari, kasusnya sedikit berbeda. Monica dan Jacob menikah sejak sangat muda. Dari kecil, mereka sudah saling mengenal, dan mereka tumbuh besar bersama. Sehingga mereka mengalami luka dan penderitaan yang sama. Dan tetap saja. Ketika menjadi istri Jacob, dia mendedikasikan hidup buat keluarga. Mimpi Jacob menjadi mimpi dia juga.

’’Banyak perempuan yang hidup di masa itu kehilangan identitasnya,’’ kata Ye-ri. ’’Secara personal, aku tidak mengalami hidup seperti itu. Tapi aku jadi paham. Ketika aku bilang ke ibuku, ’Lakukan apa yang ingin ibu lakukan.’ Aku bingung kenapa dia tidak melakukannya. Padahal dia bukannya tidak mau. Tapi tidak bisa. Dan kini aku paham,’’ tandas dia. (ekn)


Editor :
Publisher :
Sumber :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

City Guide 911 FM